0812 9297 8527 & 0812 8319 8373 [email protected]

Memilikii genetika yang mendekati kambing kacang, hanya saja tubuhnya relatif lebih besar ketimbang jenis kacang pada umumnya. Hewan ini juga sering diburu sebagai Qurban,  ini adalah hasil silangan dari jenis PE Etawa dan lokal jenis kacang. Nama lain  Kambing jawa randu adalah bligon, gumbolo, polo dan kambing kacukan.

Ini merupakan ras unggul yang pertama kali di kembang biakan di tanah air dengan tinggi tubuh sekitar 65 centimeter untuk dewasa dan mempunyai bobot antara 20 kilogram sampai dengan 30 kilogram. Bersifat selayaknya jenis kacang, yakni cenderung liar dan gemar memakan rumput. Tetapi juga mau makan rambanan (daun-daunan).

apabila kita membuat peternakan berbasis penggemukan maka kita perlakukan dengan pemberian pakan jenis fermentasi atau sering disebut makanan silase, dimana makanan fermentasi tidak berpengaruh jahat pada jenis peternakan penggemukan, tidak seperti jenis peternakan breeding yang harus hati hati dalam pemberian pakan untuk menjaga siklus birahi dan reproduksi kambing.

pemberian fermentasi cocok untuk kambing jawa randu penghasil daging, karena pendamping hijauan pakan kita berikan konsentrat dan makanan fermentasi akan mempercepat pertumbuhan kambing menjadi besar dan gemuk.

kambing jawa randu juga tak memerlukan kandang yang kokoh seperti kambing etawa, meski kita pelihara kambing jawa randu jantan namun tenaga serta gerakanya tak sekeras kambing etawa jantan.

Kambing Jawa Randu

Kelebihan Kambing Jawa Randu

  1. Menghasilkan susu dengan produksi susu perhari mencapai 1.5 Liter.
  2. Dapat dimanfaatkan sebagai pedaging, karena memiliki postur tubuh yg tinggi dan besar mengikuti asal turunannya yaitu Jenis etawa.
  3. Jenis ini dapat diberi makan apa saja terutama tumbuhan hijauan yang ada disekitar lingkungan kita.
  4. Pertumbuhannya yang sangat cepat sehingga banyak peternak yang memanfaatkan jenis ini sebagai usaha penggemukan kambing.
  5. Memiliki lemak yang lebih sedikit dengan jenis yang lain.

Cara mengenali Jawa Randu

  • Bulu putih, hitam atau coklat atau kombinasi dari ketiganya.
  • Bentuk kepala jawa randu terlihat agak besar dan lancip.
  • Memiliki tanduk.
  • Bentuk daun telinga lebar dan melekngkung kebawah.
  • Pejantan dewasa dapat mencapai berat lebih dari 40 Kg, sedangkan betina dibawah 40 Kg.