0812 9297 8527 & 0812 8319 8373 [email protected]

Keturunan kambing Jamnapari yang berasal dari Etawah, Uttar Pradesh India, salah satu penghasil daging dan susu. Pada tahun 1947, Presiden Soekarno membawa ras Jamnapari dari Etawah untuk dikawinkan dengan jenis lokal Lumajang (menggolo) dari salib yang disebut etawa senduro atau etsen dan sekarang lebih dikenal dengan sebutan Kambing Senduro.

Kambing Senduro ini awalnya hanya ditemukan di kabupaten Lumajang, sebuah desa yang terletak di kaki gunung berapi Semeru. Spesies ini dapat tumbuh dengan berat mencapai 170 kg, memiliki postur tubuh yang lebih besar dan didominasi oleh bulu berwarna putih.Jenis ini jarang dipakai untuk proses aqiqah namun digunakan untuk proses di hai aya Idul Adha

Senduro hidup maksimal di daerah subur, sejuk dan dingin, karena keunggulan lokasinya, Lumajang dinobatkan sebagai kota penghasil kambing terbaik di Jawa Timur. Dikenal sebagai hewan untuk kontes dan menjadi favorit bagi para pecinta dan peternak.

kambing senduro

Ciri Fisik Kambing Senduro

  • Memiliki postur panjang, tinggi dan lebar
  • Bulu dominan warna putih
  • Tidak bertanduk, atau bertanduk tapi tidak berkembang
  • Bentuk Wajah Cembung jika dilihat dari samping
  • Telinga Panjang hingga 30 – 50 cm, lemas terpilin
  • Tinggi jantan dewasa mencapai 90 – 120 cm, sedangkan betina dewasa antara 65 – 90 cm.

Keunggulan

  • Mudah beradaptasi dan tidak memerlukan pola pemeliharaan secara khusus, serta tahan terhadap berbagai jenis penyakit.
  • Postur tubuh ideal sebagai kambing perah (untuk susu).
  • Ambing besar berbentuk kendi, mampu menghasilkan susu antara 1,5 – 2 liter perhari.
  • Menghasilkan lebih dari satu anak dalam setiap kelahiran.

Poin Plus bagi Dinas Pertanian

  • Kambing Senduro sebagai Kambing lokal Indonesia. Penetapan sebagai ternak lokal berdasarkan pada Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor : 1055/Kpts/SR.120/10/2014.
  • Memiliki nilai strategis. Diminati hingga beberapa negara tetangga seperti Malaysia sehingga banyak peternak yang membeli jenis Senduro yang secara genetik dinilai unggul.